master dealer pulsa

master dealer pulsa elektronik

Selamat Datang di Optimal-Pulsa.Com

Optimal-Pulsa merupakan distributor pulsa elektronik untuk area Indonesia dan untuk semua operator (mentari, im3, simpati, kartu AS, XL, Three, Axis, flexi, esia, fren star one, smart, ceria, hepi). Kami membutuhkan anda sebagai mitra distributor sebagai agen pulsa. Anda membutuhkan kami sebagai peluang bisnis bagi anda yang punya minat sebagai agen pulsa. Bagi Anda yang ingin bergabung, sebaiknya Pelajari kami secara total dahulu, selanjutnya keputusan sepenuhnya kami serahkan pada anda. TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA

Artikel Untuk April, 2011

Kolonel Harland Sanders, lahir pada tanggal 9 September 1890. Mulai aktif dalam mewaralabakan (franchise) bisnis ayamnya pada usia 65 tahun. Saat ini, usahanya yang dikenal dengan Kentucky Fried Chicken atau KFC® telah tumbuh menjadi salah satu yang terbesar dalam sistem makanan siap saji di dunia. Sosok Kolonel Sanders, pionir dalam restoran siap saji menjadi simbol dari semangat kewirausahaan.
Lebih dari satu miliar ayam goreng hasil resep Kolonel dinikmati setiap tahunnya. Dan itu tidak hanya di Amerika Utara. Bahkan tersedia hampir di 80 negara di seluruh dunia.
Pada umur 6 tahun, ayahnya meninggal dunia. Ibunya sudah tidak bisa bekerja lagi, dan Harland muda sudah harus menjaga adik laki-lakinya yang baru berumur 3 tahun dan suster bayinya. Dengan kondisi ini ia harus memasak untuk keluarganya. Pada umur 7 tahun ia sudah pandai memasak di beberapa tempat memasak. Pada usia 10 tahun ia mendapatkan pekerjaan pertamanya didekat pertanian dengan gaji 2 dolar sebulan. Ketika berumur 12 tahun ibunya kembali menikah dan ia meninggal rumah tempat tinggalnya dekat Henryville, Ind., untuk mendapatkan pekerjaan di pertanian di daerah Greenwood, Ind. Dia berganti-ganti pekerjaan selama beberapa tahun, pertama sebagai tukang parkir pada usia 15 tahun di New Albany, Ind., dan kemudian sebagai pada usia 16 tahun menjadi tentara yang dikirim selama 6 bulan di kuba.
Setelah itu ia menjadi petugas pemadam kebakaran, belajar ilmu hukum melalui korespondensi, praktik dalam pengadilan, asuransi, operator kapal feri, penjual ban, dan operator bengkel. Pada usia 40 tahun Kolonel mulai memasak untuk orang yang yang bepergian yang singgah di bengkelnya di Corbin, Ia belum punya restoran pada saat itu, tetapi ia menyajikan makanannya pada meja makannya di ruang makan di bengkelnya.
Semakin banyak orang yang datang ke tempatnya untuk makan, akhirnya ia pindah ke seberang jalan dekat penginapan dan restoran yang kapasitasnya 142 orang. Selama hampir 9 tahun ia menggunakan resep yang dibuatnya dengan teknik dasar memasak hingga saat ini.
Citra Sander semakin baik. Gubernur Ruby Laffoon memberi penghargaan Kentucky Colonel pada tahun 1935 atas kontribusinya bagi Negara bagian cuisine. Dan pada tahun 1939, Keberadaannya pertama kali terdaftar di Duncan Hines “Adventures in Good Eating.”
Pada awal tahun 1950 jalan raya baru antar negara bagian direncanakan melewati kota Corbin. Melihat akan berakhir bisnisnya, Kolonel menutup restorannya. Setelah membayar sejumlah uang, ia mendapatkan tunjangan sosial hari tuanya sebesar $105.
Percaya diri dengan kualitas ayam gorengnya, Kolonel meyakinkan dirinya untuk membuka usaha waralaba yang dimulai tahun 1952. Ia pergi jauh menyeberangi Negara bagian dengan mobil dari satu restoran ke restoran lainnya, memasak sejumlah ayam untuk pemilik restoran dan karyawannya. Jika reaksi yang terlihat bagus, ia menawarkan perjanjian untuk mendapatkan pembayaran dari setiap ayam yang laku terjual. Pada tahun 1964, Kolonel Sanders mempunyai lebih dari 600 outlet waralaba untuk ayam gorengnya di seluruh Amerika dan Kanada. Pada tahun itu, ia menjual bunga dari pembayarannya untuk perusahaan Amerika sebanyak 2 juta dolar kepada sejumlah grup investor termasuk John Y. Brown Jr., yang kemudian menjadi Gubernur Kentucky dari tahun 1980 sampai 1984. Kolonel mengingatkan untuk menjadikan terbuka perusahaannya bagi publik. Pada tahun 1976, sebuan survey independen memberi peringkat kedua dunia sebagai selebriti yang terkenal di dunia.
Dibawah pemilik baru, perusahaan Kentucky Fried Chicken tumbuh dengan cepat. Kemudian menjadi perusahaan terbuka pada 17 Maret 1966, dan terdaftar pada New York Stock Exchange pada 16 Januari 1969. Lebih dari 3,500 waralaba dan restoran yang dimiliki perusahaan beroperasi hampir di seluruh dunia ketika Heublein Inc. mengakusisi perusahaan KFC pada 18 Juli 1971 seharga $285 million.
Kentucky Fried Chicken menjadi anak perusahaan dari R.J. Reynolds Industries, Inc. (sekarang RJR Nabisco, Inc.), semenjak Heublein Inc. diakuisisi oleh Reynolds pada tahun 1982. KFC diakuisisi pada Oktober 1986 dari RJR Nabisco, Inc. oleh PepsiCo, Inc., seharga kurang lebih 840 juta dolar.
Pada Januari 1997, PepsiCo, Inc. mengumumkan spin-off restoran cepat sajinya — KFC, Taco Bell dan Pizza Hut – menjadi perusahaan restoran independen, Tricon Global Restorans, Inc. Pada Mei 2002, perusahaan mengumumkan menerima persetujuan pemilik saham untuk merubah nama perusahaan menjadi Yum! Brands, Inc. Perusahaan, yang dimiliki oleh A&W All-American Food Restorans, KFC, Long John Silvers, Pizza Hut dan Taco Bell restorans, adalah perusahaan restoran terbesar di dunia dalam kategori unit system dengan jumlah mendekati 32,500 di lebih dari 100 negara dan wilayah.
Sampai akhirnya ia terserang penyakit leukemia pada tahun 1980 di usia 90 tahun, Kolonel telah melakukan perjalanan 250,000 mil dalam satu tahun kunjungan restoran KFC mengelilingi dunia.
Dan itu semua dilakukan oleh seorang laki-laki berusia 65 tahun yang menggunakan uang jaminan sosialnya untuk memulai usaha.
Impian untuk sukses tidak harus impian masa kecil, bisa juga saat usia sudah senja.
Inilah kegigihan Kolonel Sanders pendiri waralaba ayam goreng terkenal KFC. Dia memulainya di usia 66 tahun, pensiunan angkatan darat dari negara adidaya, tidak memiliki uang sepeser pun kecuali dari tunjangan hari tuanya, yang semakin menipis. Dia memiliki keahlian dalam memasak, dia tawarkan resep masakannya ke lebih dari 1.000 restoran di negaranya. Akhirnya restoran yang ke-1008, menerima resepnya tersebut dan kini kita dapat menikmatinya di Indonesia, Kentucky Fried Chicken.
Mungkin impian Kolonel Sanders sangat sederhana, ingin memiliki uang yang layak untuk hidup di hari tuanya yang tinggal sebentar lagi.

Popularity: 3% [?]

Incoming search terms:

  • profil pendiri kfc
  • tips sukses ala kolonel harland sanders
  • distributor perusahaan kfc
  • distributor kfc
  • trik penjualan ayam goreng
  • pendiri ayam goreng yang sukses
  • pendiri KFC industri waralaba
  • pendiri KFC telah gagal
  • profil harlan sanders
  • profil lengkap kfc

Thomas Alva Edison: “Memandang Positif Segala Hal”

Posted by optimal-pulsa On April - 24 - 2011

Thomas Alva Edison, seorang penemu terbesar di dunia, menemukan sekitar 3000 penemuan dan 1.093 diantaranya telah dipatenkan. Edison dilahirkan pada tanggal 11 Februari 1847 di Milan, Ohio, Amerika Serikat dari pasangan suami-Istri Samuel Ogden seorang tukang kayu dan Nancy Elliot seorang guru. Keduanya merupakan keturunan Belanda. Pada usia 7 tahun, edison kecil pindah ke kota Port Huron, Michigan dan bersekolah di Port Huron. Namun tidak lama, 3 bulan kemudian ia dikeluarkan dari Sekolah karena menurut gurunya “Dia terlalu bodoh” sehingga tidak mampu menerima pelajaran apa pun, dia pun sering dipanggil idiot oleh gurunya.

Sang ibu, Nancy Elliot memutuskan untuk berhenti sebagai guru dan kemudian berkonsentrasi mengajari Edison baca tulis dan hitung menghitung.
Quote:
“My mother was the making of me. She was so true, so sure of me; and I felt I had something to live for, someone I must not disappoint.”
Begitulah perkataan Edison kecil yang menunjukkan motivasi dalam diri Edison yang cukup kuat dalam belajar. Setelah dia bisa membaca, Edison jadi gemar membaca, ia membaca apa saja yang dapat dijumpainya ia membaca ensiklopedia, Sejarah Inggris, Kamus IPA karangan Ure, Principia karangan Newton dan juga Ilmu Kimia karangan Richard G. Parker. kegemarannya yang menonjol adalah membaca berpikir dan berkeksperimen.

Pada umur 12 Tahun Edison menjadi penjual koran, permen, kacang dan kue di kereta api, sama seperti penjual asongan yang sering kita temui di kereta api ekonomi di Indonesia. Keuntungan dari berdagang itu sebagiannya dia berikan kepada orang tuanya dan sebagiannya dia simpan sebagai modal. Di dalam kereta api, ia menerbitkan koran Weekly Herald sembari mengadakan eksperimen di salah satu gerbong kereta api, setelah sebelumnya meinta ijin perusahaan kereta api “Grand Trunk Railway”.

Pada suatu malam Edison tidak sengaja menumpahkan sebuah cairan kimia sehingga menyebabkan sebuah gerbong hampir terbakar. Karena kasus ini Edison ditampat kondektur hingga pendengarannya rusak, kemudian dia dilarang bekerja di kereta api. Namun Edison tidak menganggap pendengarannya yang rusak sebagai cacat, namun justru dia menganggapnya secara positif sebagai sebuah keuntungan sehingga ia memiliki lebih banyak waktu untuk berfikir daripada mendengarkan omongan – omongan kosong.

Pada usia 15 tahun Edison remaja menyelamatkan nyawa anak kepala stasiun yang hampir tergilas gerbong kereta api. Karena merasa berhutang jasa, sang kepala stasiun tersebut akhirnya mengajarkan cara pengiriman telegram, Edison hanya memerlukan waktu 3 bulan untuk menguasai pelajaran gratis tersebut. Sesudah itu, ia mendapat pekerjaan sebagai operator telegraf.

Penemuan pertama yang dia patenkan adalah electric vote recorder, namun karena tidak laku, Edison akhirnya beralih ke penemuan yang lebih komersial. Edison kemudian menemukan stock ticker atau mesin telegraf. Peralatan itu dijualnya dan laku 40.000 dollar Amerika serikat (Sekitar 390 juta rupiah). Edison hampir – hampir pingsan melihat uang sebanyak itu. Uang ini dipakai Edison untuk mendirikan pabrik di Newark dan merekrut 300 orang pekerja sekaligus, disini ia mengembangkan telegraf sehingga mampu mengirimkan 4 berita sekaligus.

Pada umur 29 tahun, Edison mendirikan laboratorium riset untuk industri di Menlo Park, New Jersey. dan dalam 13 bulan ia menemukan 400 macam penemuan yang kemudian mengubah pola hidup sebagian besar orang-orang di dunia.

Tahun 1877 ia berkonsentrasi pada lampu pijar. Edison sadar bahwa betapa pentingnya sumber cahaya ini bagi manusia. Dia menghabiskan 40.000 dollar dalam kurun waktu dua tahun untuk eksperimen lampu pijar. Yang menjadi masalah adalah menemukan bahan yg bisa berpijar ketika dialiri arus listriknamun tidak terbakar. Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Melalui usaha keras Edison, akhirnya pada tanggal 21 Oktober 1879 lahirlah lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam. Tahun 1882, untuk pertama kalinya dalam sejarah lampu-lampu listrik di pasang di jalan-jalan dan di rumah rumah

Sungguh patut direnungkan ketika saat keberhasilan dicapainya, dia sempat ditanya: Apa kunci kesuksesannya. Thomas Alfa Edison menjawab:
Quote:
“Saya sukses, karena saya telah kehabisan apa ya yang disebut dengan kegagalan”
Ketika dia telah banyak sekali mengalami kegagalan yang berulang-ulang. Bahkan saat dia ditanya apakah dia tidak bosan dengan kegagalannya, Thomas Alfa Edison menjawab:
Quote:
“Dengan Kegagalan Tersebut, Saya malah mengetahui ribuan cara agar lampu tidak menyala”
This Amazing!!, Edison memandang sebuah kegagalan sebagai sebuah hal yang sangat positif. Kegagalan bukan kekalahan tapi sebagai sebuah keuntungan. Cara memandang yang positif ini membuat Edison mampu meyakinkan orang lain untuk tetap mendanai proyeknya meskipun gagal berulang – ulang kali. Mungkin prinsip Edison inilah yang patut kita terapkan dalam kehidupan kita sehari. Bahwa sebenarnya kita tidak pernah mengalami kerugian, dan sesungguhnya kerugian itu bermula dari sikap dan cara pandang kita sendiri yang negatif.

Edison telah banyak menghasilkan berbagai penemuan yang sangat berharga bagi perkembangan umat manusia. Telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak adalah beberapa dari penemuan Edison.

Melewati tahun 1920-an kondisi kesehatannya kian memburuk dan Edison meninggal dunia tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun.

Popularity: 2% [?]

Incoming search terms:

  • thomas alva edison quotes
  • thomas alva edison quote
  • thomas alfa edison quote
  • thomas alva edison sukses setelah
  • thomas alva edison quotes n yg menemukan apa
  • alfa edison quotes
  • sikap posit pada tri ediot
  • quote thomas alva edison tentang lampu
  • profil t m alfa edison
  • vidio tri idiot dengan sikap positifnya

Memulai Usaha dari Nol

Posted by optimal-pulsa On April - 24 - 2011

Dalam jurnalnya yang berjudul Woman in Business, Deborah Shane, motivator dan pakar karier asal Amerika, memberikan kiat sukses berbisnis. Berikut adalah 10 kiat sukses dalam berbisnis yang dikutip dengan perubahan seperlunya dari Majalah Chic.
1. Tentukan Minat
Jika Anda telah siap untuk memasuki dunia bisnis, pilihlah usaha bisnis yang paling Anda minati. Entah dalam bidang kuliner, fashion, atau jasa. Ukur kemampuan dan pengetahuan untuk mengelolanya. Anda harus mengerti bidang bisnis yang akan dijalankan.

2. Mulailah Melangkah
Jika sudah memiliki pilihan, bersiaplah melangkah. Anda bisa mengajak rekan yang terpercaya untuk bergabung. Deborah menekankan, modal bukan hambatan. Bisnis selalu memberi peluang dan solusi.
3. Bergairah
Gairah untuk melakukan usaha merupakan hal penting dan harus selalu dijaga. Bisnis yang sukses tidak mengenal mood.
4. Pelajari Pasar
Lakukan riset tentang kompetitor bisnis Anda, baik dalam hal promosi atau harga. Jika Anda bermain dalam bisnis kuliner, cobalah untuk membandingkan rasa dan harga. Kemudian tanyakan pendapat konsumen tentang produk yang Anda jual, apakah mereka puas atau tidak.
5. Jaring Pelanggan
Pelajarilah perilaku konsumen dan lakukan pemasaran. Jangan ragu untuk memberikan promosi sebagai langkah pengenalan, seperti diskon setengah harga. Pelanggan merupakan unsur yang sangat penting dalam bisnis, jangan hubungan baik dan puaskan mereka.
6. Ikuti Aturan
Bisnis mengenal banyak aturan. Pertama, selesaikan perizinan usaha yang ditetapkan pemerintah. Kedua, buatlah aturan pribadi tentang usaha yang dijalankan, seperti jam operasional hingga pengelolaan anggaran.
7. Inovasi
Tak ada pendapatan tetap dalam bisnis. Jika memang bisnis Anda kurang berkembang, lakukan inovasi dengan segera, baik dalam segi produk atau pemasaran. Jangan buang waktu percuma untuk meratapi kegagalan.
8. Buat Rekening Bisnis
Bedakan antara uang pribadi dengan keuntungan bisnis. Gunakan 70 persen keuntungan untuk ditabung. Sisanya bisa Anda gunakan untuk kepentingan pribadi.
9. Belajar dan Belajar
Carilah ilmu sebanyak mungkin, dari buku, internet, atau berkomunikasi langsung dengan mereka yang berhasil menjalani bisnis.
10. Tekun
Tak selamanya bisnis berjalan lancar. Kegagalan itu merupakan hal yang biasa, jadikan sebagai pelajaran, bukan akhir dari perjalanan bisnis Anda. Jika Anda mengamati kisah di balik orang-orang sukses, pasti akan menemukan kuncinya, ketekunan.

Popularity: 2% [?]

Incoming search terms:

  • hubungan pulsa dan handphone tentang usaha
  • hubungan yang baik antara bisnis dan pemerintah di makassar
  • kiat sukses usaha pulsa hp
  • MEMULAI USAHA DARI NOL
  • memulai usaha pulsa
  • tips memulai usaha jualan pulsa mulai nol
  • trik memulai usaha pulsa
  • Trik sukses usaha pulsa

Jenis Bidang Usaha/Bisnis Pilihan

Posted by optimal-pulsa On April - 24 - 2011

Real Business For Real Money Maker
Tips Memilah & Memilih Bisnis Yang Efektif Dan Efisien
Secara garis besar jenis bidang usaha/bisnis ditentukan oleh beberapa kriteria, diantaranya :
1. Jenis produk yang ditawarkan, apakah berupa barang niaga/perdagangan, atau berupa produk jasa.
2. Sistem distribusinya (Marketing Plan), apakah Konvensional (umum), atau multi level (bertingkat)/network/jaringan/refferal.
3. Media yang digunakan dalam pendistribusian produk, Offline dengan membuka toko/counter/office/small office secara biasa dan menunggu client, atau online yang biasanya memanfaatkan jalur internet.
4. Sifat produknya, produk konsumsi, atau non-konsumsi.
Dalam perkembangannya, apapun jenis produk dan sifat produknya, digeneralisasi lagi menjadi 2 kriteria :
1. Sistem distribusinya: Konvensional, dan network (jaringan) & referral (refferensi).
2. Media yang digunakan: Offline, dan online.
Perkembangan berikutnya menunjukan bahwa sistem distribusi yang digunakan dan media yang digunakan akan saling melengkapi.
Sebagai contoh:
• Pulsa online/Kios pulsa on-line
• Toko buku online, Toko bunga online, Gallery Handycraft Online
• Kursus online, Iklan on-line
• Multi Level (MLM) & Viral Marketing, baik offline maupun online
• Sistem penjualan produk/jasa secara referral (refferensi), baik secara offline maupun online.
• Dan masih banyak contoh lainnya !
Cek Kenyataan 1
Banyak orang yang memilih bisnis jaringan/network & referral (refferensi) baik secara offline maupun online untuk mendapatkan atau menambah penghasilan dengan pertimbangan :
• Tidak menggangu pekerjaan/usaha utama.
• Bisa dikerjakan sambil melakukan aktivitas lain, dan bisa mengatur jam kerja sendiri.
• Fleksibel, karena bisa dikerjakan kapanpun dan dimanapun. Selain itu, biasanya bisa digabungkan dengan bisnis/usaha yang telah dimiliki.
• Tidak terlalu membutuhkan modal yang terlalu besar tapi bisa memiliki omzet yang besar.
• Tingkat pengembalian modal/BEP yang (relatif) lebih singkat dibanding sistem konvensional/umum.
• Penghasilan yang bersifat akumulatif.
• Bisnis & penghasilan yang bisa diwariskan.
• Dengan kecanggihan teknologi internet yang on-line, penyebaran informasi dalam memasarkan produk/jasa akan lebih cepat, efektif, dan efisien.
• Dan lain-lain.
Cek Kenyataan 2
“ Banyak orang yang sukses dalam menjalani bisnis jaringan/network & referral (refferensi), baik offline maupun online. Tapi ternyata…….banyak juga orang yang gagal ! Bahkan di tempat/perusahaan yang jelas-jelas bonafid dan menggunakan sistem Marketing Plan yang sangat sederhana serta tidak memerlukan modal yang besar sekalipun, masih banyak juga yang gagal !!! “
Penyebab Umum Terjadinya Kegagalan:
1. Cepat bosan dan terlalu berorientasi pada hasil besar yang INSTANT. Hingga seringkali terlalu cepat berganti bidang bisnis/perusahaan yang dapat menghilangkan FOKUS BISNIS.
2. Menyepelekan sistem dan tidak mengikuti cara kerja standar yang diberikan oleh perusahaan/pengelola. Karena merasa pintar, maunya pakai cara sendiri.
3. Mudah menyerah saat mendapat rintangan/hambatan. Padahal inti kesuksesan semua bisnis adalah bertahan saat menerima hambatan/rintangan.
4. Salah perhitungan, tidak pernah introspeksi/evaluasi menuju perbaikan/inovasi.
5. MALAS : M-A-L-A-S !

Tips Memilih Perusahaan/Pengelola Bisnis
1. Pilih perusahaan/pengelola yang memiliki kejelasan hukum, kejelasan Marketing Plan, kejelasan sistem pembagian keuntungan/penghasilan, sistem backup yang teruji kredibilitasnya, dan fasilitas full support sistem.
2. Pelajari Company Profile/Profil pengelola, pengalaman, visi & misi yang dimiliki. Jangan sekali-kali HANYA MELIHAT HASIL AKHIR YANG BESAR, tanpa Anda tahu apakah PROSES pencapaiannya terukur dan sebanding dengan apa yang harus dikorbankan!
3. BACA & PELAJARI peraturan-peraturan, perjanjian-perjanjian, dan ATURAN MAIN yang dikeluarkan oleh perusahaan/pengelola (TERM & CONDITIONS).
Tips Memilih Bidang Usaha/Bisnis
1. Tidak perlu takut mengambil keputusan dalam berbisnis yang RESIKO-nya telah Anda ketahui. Takut mengambil keputusan, berarti takut untuk berbisnis. Terlalu takut mengambil resiko dalam berbisnis, Anda tidak akan pernah sukses menjalani bisnis. Hargai diri Anda sesuai dengan potensi yang Anda miliki dan NILAI KEHIDUPAN yang ingin Anda miliki.
2. Ukur resiko bisnis dari bidang pilihan Anda sesuai dengan MINAT, BAKAT, KEMAMPUAN (Modal&Keterampilan), dan SEBERAPA BESAR PENGHASILAN serta NILAI KEHIDUPAN yang ingin Anda miliki.
3. Modal kecil belum tentu resikonya kecil. Sebaliknya, modal besar belum tentu resikonya besar. Kemudahan sistem yang ditawarkan harus sebanding dengan hasil yang akan didapat.
4. Setelah mengetahui resiko bisnisnya, Anda harus tahu POTENSI PASAR (MARKET) dari produk/jasa yang ditawarkan. Produk/jasa yang sedang tren, belum tentu membuat Anda sukses. Yang paling penting untuk dipertimbangkan adalah: Jumlah/persentase (%) kebutuhan pasar (baca: masyarakat), masa/lamanya waktu penggunaan produk barang/jasa tersebut, siapa saja yang menggunakan/membutuhkan (segmentasi), dan penyusutan NILAI produk barang/jasa yang ditawarkan dalam beberapa waktu ke depan.
5. JANGAN PERNAH BERHENTI UNTUK BELAJAR DAN MEMPELAJARI HAL-HAL BARU YANG MENDUKUNG BIDANG BISNIS PILIHAN ANDA !
6. Tidak perlu malu bertanya dan mencari tahu tentang informasi yang Anda butuhkan.
7. Tidak perlu malu untuk meminta DUKUNGAN & BANTUAN dari pihak lain !
Semoga artikel ini berguna bagi kita semua.
Bila Anda sudah memiliki bidang bisnis pilihan, kami mengucapkan selamat berbisnis dan semoga SUKSES!

Popularity: 5% [?]

Incoming search terms:

  • macam bidang usaha
  • Jenis Bidang Usaha
  • contoh bidang bisnis
  • contoh bidang usaha
  • jenis bidang bisnis
  • contoh peluang usaha di bidang perdagangan
  • bidang usaha bisnis
  • contoh contoh peluang usaha di bidang perdagangan atau distribusi
  • macam macam bidang usaha dan contohnya
  • contoh bidang usaha atau bisnis

Bersaing ? Siapa Takut !

Posted by optimal-pulsa On April - 24 - 2011

Maafkan jika judul di atas terkesan arogan. Sebagaimana sikap arogan yang seringkali digunakan untuk menutupi kelemahan sesungguhnya, judul ini pun sebenarnya juga demikian. Bunyi judulnya seakan menyiratkan keberanian dalam bersaing, untuk menutupi isinya yang cuma mengorek-ngorek kenapa sih rasa takut bersaing ini kok susah bener hilangnya.
Meskipun riwayat perjalanan hidup kita sudah diwarnai persaingan sejak masih tahapan si kecil lincah sel sperma, namun terasa bahwa persaingan bukanlah hal nyaman untuk dilakukan. Kalau bisa dihindari maka lebih dipilih untuk menghindar. Ada aroma yang terdengar kurang nyaman seperti : persaingan memperebutkan kekuasaan, persaingan antar ibu-ibu di kompleks perumahan, persaingan bisnis (lebih enak monopoli kan ?), dan sejenisnya.
Sedemikian tidak nyamannya persaingan bagi sebagian orang, sampai-sampai salah seorang supervisor dalam tim kerja saya pernah menyampaikan keberatan bila dibanding-bandingkan dengan supervisor lain. Dia menyampaikan kepada saya bahwa dia bersedia saya beri tugas seberat apa pun dan akan dilaksanakannya sebaik mungkin asal jangan dibanding-bandingkan dengan orang lain. Hueleh..hueleh….
Kalau dengar kata dibanding-bandingkan, memang enggak enak terdengarnya. Tapi itulah kuncinya persaingan. Gimana bersaing kalau enggak dibanding-bandingkan ? Namun herannya, ini herannya ya, kebanyakan orang suka menjadi pemenang. Lha dari mana ada pemenang kalau enggak ada proses persaingan, proses membanding-bandingkan.
Nah, menyadari bahwa dalam hidup kita tidak mungkin menghindar dari kondisi persaingan dalam berbagai bentuknya, serta menyadari manfaat positif dari persaingan, maka sudah selayaknya kita mulai membiasakan diri dengan kondisi tersebut. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman saat menghadapinya, kita perlu melihat lebih jauh apa saja penyebab ketidaknyamanan tersebut. Cekidot !
Identik kekerasan.
Ketidaknyamanan bersaing kemungkinan muncul karena persaingan sering diidentikkan dengan pertempuran, saling kuat-kuatan, saling sikut-sikutan, dan hal-hal berbau kekerasan lainnya. Padahal banyak jenis persaingan justru menjadi hiburan. Berbagai jenis kejuaraan olahraga dan kontes seni yang menjadi hiburan orang seantero jagad itu didasarkan pada konsep persaingan.
Agar terasa lebih nyaman, ada baiknya mengubah sudut pandang agar kesan kekerasannya melembut. Caranya dengan melihat adanya aturan main yang jelas dan fair, yang akan membuat persaingan berjalan secara sehat. Kalau aturannya jelas, saya kira enggak perlu ada kesan kekerasan di dalamnya.
Bersaing untuk rebutan pacar enggak enak terdengarnya kan ? Nah, agar enak maka lihat dulu ada aturan mainnya apa enggak. Kalau belum ada ya dibuat dulu, sepakati dengan rival anda, kalau perlu dengan persetujuan sang pujaan hati. Kalau bukan keganjenan, dijaminlah si dia pasti akan muarahhh besar, hehe…
Takut kalah.
Kalau saya ingat-ingat perasaan saya dulu, ketidaksukaan saya dengan persaingan adalah karena bayangan rasa tidak nyaman saat kalah. Ada ego yang tergerus, ada citra yang tak terjaga. Semacam pamer kebodohan. Daripada ketahuan begoknya, mendingan menjauh dari kancah persaingan.
Yang kurang saya sadari adalah bahwa menghindar dari persaingan telah membuat saya kehilangan momen-momen bergairah dalam memacu peningkatan diri. Kehilangan peluang untuk aktualisasi diri. Saya lebih takut kehilangan citra semu tapi menyia-nyiakan peluang memperoleh citra sejati. Padahal seringkali bukan karena kurang kemampuan, tapi lebih karena kurang pede.
Cara saya mengatasi rasa takut kalah ini adalah dengan menelusur apa saja yang hilang bila saya kalah. Apa saja kerugiannya dan bagaimana cara menyikapinya secara biasa-biasa saja. Tokh, pemenang biasanya hanya satu, yang kalah dijamin banyak temennya. Setelah saya bisa menerima kekalahan dengan nyaman dan wajar, saat itulah saya tahu bahwa saya telah siap untuk bersaing dan siap untuk menang.
Masih ada beberapa penyebab lain sehingga orang menghindari persaingan, seperti perasaan tertekan (stress), dan lain sebagainya. Silakan sobat mencari “hantu”nya masing-masing. Sadari itu dan atasi. Maka sobat akan lebih nyaman menghadapi persaingan. Pacu adrenalin anda, bikin hidup lebih hidup.. !

Popularity: 2% [?]

Incoming search terms:

  • trik bersaing jualan pulsa
  • cara bersaing jualan pulsa
  • agar tidak takut bersaing dlm jualan
  • trik bersaing jual pulsa
  • tips menghilangkan rasa bersaing usaha
  • takut ada saingan dalam dagang gimana cara agar tidak takut
  • supaya menang bersaing pacar
  • peluang bersaing kartu 3
  • menang bersaing dengan pacarnya
  • konsep persaingan dan bersaing

The Power of Creative Marketing

Posted by optimal-pulsa On April - 24 - 2011

# PRINSIP PEMASARAN KRETIF: PASAR BARU – STRATEGI BARU
Selama dua puluh tahun terakhir, saya beruntung bias memasuki dua sekolah bisnis terbaik di dunia – Silicon Valley dan Harvard Business School. Saya akan berbicara banyak tentang yang pertama.
Ketika kebanyakan orang berpikir tentang Silicon Valley, mereka berpikir tentang teknologi maju, Bit dan bytes, chips dan RAMs. Tetapi bagi saya, kenikmatan dan pentingnya Silicon Valley jauh melebihi teknologi baru.
Meskipun teknologi sedang bergerak maju, tetapi cara berbisnis di Silicon Valley tidk berubah begitu banyak. Perusahaan-perusahaan masih memasarkan produk-produknya dengan cara yang sangat tradisional. Pola penjualannya masih antara insinyur menjual ke insinyur yang lain. Para penjual hanya menekankan seluk beluk teknis dan harganyasaja. Singkat kata, saat itu hanya berorientasi pada teknologi dan penjualan semata.
Melalui pengalaman-pengalaman ini, kami telah membantu mengembangkan sebuah pendekatan baru tentang pemsaran, sebuah pendekatan yang memperhitungkan segala perusahaan-perusahaan yang dinamis di dalam industri dan pasar. Ini adalah suatu pendekatan yang lebih menekankan untuk membangun hubungan-hubungan yang menekankan komunikasi suatu konsep daripada penyampaian informasi dan menekankan untuk menciptakan pasar-pasar baru daripada tetap bersama-sma mendiami pasar-pasar lama.
Ada bebrapa kekuatan ini yang mendasari perlunya pendekatan baru dalam pemasaran. Yang paling penting adalah cepatnya laju perubahan. Aturan-aturan pemasaran tradisional dibuat untuk pasar-pasar dan industri-industri yang statis. Aturan-aturan itu berasumsi bahwa teknologi menyebabkan produk-produk dan perusahaan-perusahaan berubah sangat lebih cepat daripada sebelumnya.
Alvin Toffler adalah seseorang yang pertama kali mencatat tentang laju cepat suatu perubahan. Di dalam bukunya Future Shock, dia menjelaskan:
Jika kita mengukur jarak ditempuh, ketingian yang dicapai, mineral yang ditambang ataupun ledakan yang digunakan, tren akselerasinya sama-sama dapat diketahui dengan nyata. Polanya sangat jelas dan tidak diragukan. Abad dan millennium terus berlangsung dan kemudian dampai di waktu kita, sebuah ledakan perbatasan, sebuah dorongan yang fantastis ke depan.
Sebuah artikel tahun 2001 di Journal of Marketing mendekati kesimpulan-kesimpulan yang hamper sama. Dalam mempersiapkan rtikelnya yang berjudul “Top Management’s Concerns About Marketing: Issues for 2000s”Frederick Webster, Jr., mewawancarai “para eksekutif puncak” dari dua puluh satu perusahaan, termasuk Kodak, General Electric, General Foods, IBM dan Mobil. Hampir semua setuju bahwa perubahan secara fundamental harus dilakukan. Mereka berargumen bahwa manajer-manajer pemasaran “tidak cukup inovatif dan berjiwa pengusha dalam berpikir dan membuat keputusan.”
Bagaimana manajer-manajer pemasaran hari ini gagal? Menurut Webster, mereka gagal karena beberapa hal:
n Mereka tidak melengkapi stimulasi dan pedoman yang tepat bagi penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dan perkembangan produknya.
n Mereka tidak memanfaatkan dan mengembangkan pasar-pasar untuk produk barunya yang dihasilkan oleh R&D.
n Mereka tidak mendefinisikan metode-metode baru untuk mempromosikan produk-produk kepada pelanggan pada saat meningkatnya biaya pengiklanan dimedia dan biaya pada penjualan perorangan.
n Mereka tidak berani dalam mengambil resiko yang diperlukan.
n Mereka tidak melakukan inovasi pada sistem pendistribusian dan pada area-area yang lain supaya dapat mengimbangi kehendak-kehendak perubahan dri pelanggan-pelanggan industri yang berbisnis antar Negara.
n Mereka tidak menyelaraskan dn memodifikasi positioning produknya.
Yang terpenting, manajer-manajer harus bersedia untuk memodifikasi rencananya atas perubahan-perubahan yang terjadi di pasar. Perusahaan-perusahaan, teknologi-teknologi dan produk-produk selalu berubah, jadi strategi-strategi dn produk-produk selalu berubah pula. Pemasaran suatu produk merupakan sebuah eksperiman yang berlanjut. Tidak ada sesuatupun yang pasti. Manajer harus memonitor dan memodifikasi, memonitor dan memodifikasi.
Dalam buku ini, saya akan lebih memperluas lagi gagasan-gagasan ini, saya akan bagaimana manajer-manajer dapat membuat posisi-posisi yang kuat bagi produk-produknya dakam waktu yang cepat berubah ini.
Dalam tujuh bb berikutnya, sya berharp mampu menunjukkan kepada Anda bagaiman perusahaan-perusahaan dapat mengaplikasikan gagasan-gagasan baru tentang pemasaran melalui organisasinya. Di dalam kerangka ini, pemasarn adalah lebih daripada sekedar pembagian aktivitas. Ini merupakan suatu cara baru dalam berpikir yang dapat digunakan oleh seluruh perusahaan. Gagasan-gagasan baru ini sangatlah penting bagi semua manajer yang harus mengatasi perubahan. Dan di dalam lingkungan bisnis hari ini, itu berarti tentang semua orang.
POSITIONING DINAMIS: PEDOMAN PEMSARN BARU
Berpikir Dinamis
Jika Anda berkata “foto langsung jadi” pada seseorang, barangkali mereka akan ingat pada Polaroid. Jika Anda berkata “komputer inovatif”, kemungkinan mereka akn ingat pada Apple. Jika Anda berkata “mesin fotokopi bermutu tingi”, mereka mungkin akan ingt pda Xerox.
Masing-masing perusahaan ini telah sukses dalam memosisikan dirinya dalam dunia bisnis. Masing-masing telah membangun kehadiran unik atas dirinya dn produk-produknya. Kehdiran semacam itu merupakan kekuatan yang baik adalah strategi positioning yang baik. Pemasaran modern adalah, sebagian besar, perang untuk memperoleh posisi.
Positioning selalu kompetitif. Pelanggan berpikir tentang produk dan perusahaan dalam hubungannya dengan produk dan perusahan lain.
Strategi-strategi positioning dinamis sangat berbeda dengan strategi-strategi positioning tradisional. Dalam model tradisional, suatu perusahaan pertama-tama memutuskan bagaimana ia ingin produknya diposisikan. Perusahaan mungkin ingin dianggap sebagai perusahaan “harga-murah”dalam industri. Atau mungkin ia ingin dinilai sebagai perusahaan “kualitas-premium”. Selanjutnya, perusahaan itu mengajukan sebauah slogan yang merangkumkanpesan yang dimaksudkan. Akhirnya, ia baru benar-benar menghabiskanuang untuk periklanan dan promosi lainnya sampai slogan itu diakui secara luas.
Pendekatan-pendekatan standar dalam positioningtidak selamanya berjalan baik. Sebuah perusahaan yang menjadi No. 1 hari ini tidak memiliki jaminan bahwa ia akan menjadi No. 1 esok. Teknologi-teknologi baru dapat mengubah posisi yang tampak kokoh menjadi posisiyang rapuh nyaris dalam waktu semalam. Tak sedikipun periklanan dapat mencegah itu terjadi. Dengan slogn-slogan terbaik pun, sebuah perusahaan dapat kehilangan posisinya dalam pasar.
Dengan pendekatan ini, positioningberkembangsecara bertahap. Positioning sebuah produk atau perusahaan agak mirip dengan kepribadian seseorang. Bayi tidak memiliki kepribadian nyata saat mereka dilahirkan, tetapi seiring dengan semakin dewasanya mereka, sedikit demi sedkit sifat mereka pun bertambah. Mereka dipengaruhioleh orang tua, kemudian oleh teman-teman, kemudian oleh sekolah. Kepribadian mereka berubah dan berkembang, tergantung pada lingkungan yang mengelilingi mereka.
Tidakseperti positioningdinamis merupakan sebuah proses yang multidimensional. Positioning dinamis melibatkan tiga tahap yang terkait satu sama lain-positioning produk, positioning pasar dan positioning perusahaan. Ketiga tahap ini, yang akan diungkapkansecara detil dalam tiga bab berikutnya, saling berinteraksi dengan cara yang tidak kentara namun penting.
Proses positioning tiga tahap ini harus menjadi aktivitas bisnis keseluruhan. Ini bukan sekedar periklanan dan humas. Ini merupakan bagian fundamental dalam perencanaan bisnis dan harus didukung oleh para manajer diseluruh perusahaan. Positioning dinamis menarik benang merah melalui semua bagian perusahaan, kemudian menghubungkan semuanya ke lingkungan bisnis. Positioning dinamis dapat memberi pengaruh yang besar terhadap setiap bagian organisasi:
• Perusahaan
Positioning dapat mempengaruhi sikap para anggota staf. Orang-orang senang bekerja untuk sebuah perusahaan yang mereka dapat berpihak, terutama jika perusahaan tersebut diakui sebagai pemimpin.
• Perencanaan produk
Para perencana produk tak henti-hentinya berperang dengan perubahan. Analisis positioning yang rutin dapat memberikan petunjuk untuk mengatasi kelemahan atau menciptakan rintangan bagi pesaing.
• Pemasaran.
Pemasaran kebanyakan berhubungan dengan kesadaran dan masa depan. Para manajer pemasaran harus memahami positioning perusahaan, kemudian memproyeksikan posisi itu ke pasar melalui pendidikan dan hubungan. Positioning yang kuat memungkinkan suatu perusahaan membangun hubungan dengan mitra-mitrakerja yang kuat.
• Penjualan.
Personil penjualan yang sukses akan mengembangkan pelanggan, tak sekedar pesanan. Positioning membuka pintu dan memberikan petunjuk.
• Finansial.
Positioning dan kekuatan financial bersifat saling mendukung. Perusahaan yang diposisikan dengan baik dapat menambah dana secara lebih udah dan dengan bunga yang lebih rendah.
Pedoman-pedoman Baru
Inti proses positioning dinamis adalah beberapa ide kunci. Ide-ide ini membedakan positioning dinamis dengan pendekatan-pedekatan tradisional untuk positioning ide-ide ini mempengaruhi setiap tahap dalam proses positioning dan sangat penting dalam pengembangan strategi pemasaran yang sukses.
Pedoman-pedoman positioning ini meliputi:
• Pemasaran harus bersifat dinamis, buanstatis
Pemasaran dslsm industri-industri yang berubah cepat agak mirip dengan mengemudikan roket dari Bumi ke Bulan-tanpa dilengkapi peralatan navigasi yang canggih.
Apakah gaya “gravitasi” pada produk? Lihatlah gaya gravitasi perusahaan terlebih dahulu. Gaya (baca: kekuatan) ini meliputi hal-hal seperti:
• Sumber daya keungan (financial resources).
Apakah perusahaan memiliki cukup dana untuk usaha pengembangan-produk? Jika ya, apakah perusahaan juga memiliki cukup dana untuk mendukung produk dengan pemasaran yang tepat, pelayanan dan produk-produk incidental?
• Penetapan waktu (timing).
Dalam industri-industri yang berubah cepat, jendela peluang dapat tertutup dengan cepat. Akankah perusahaan membawa produk ke pasar pada waktu yang tepat?
• Teknologi (technology)
Apakah perusahaan memiliki semua teknologi yang dibutuhkan untuk engembangkan produk? Apakah teknologinya paling mutakhir?
• Sumber daya manusia (people).
Pada akhirnya, sumber daya manusia adalah terpenting bagi keberhasilan. Apakah perusahaan memiliki orang-orang berbakat tinggi dalam lapisan teknik dan manajerialnya?
• Infrastruktur pasar (market infrastructure)
Infrastruktur meliputi semua orang yang dapat mempengaruhi persepsi terhadap produk: pengecer, distributor, analis keungan, produsen barang-barang sekunder. Dukungan dari infrastruktur amat penting untuk mencapai keberhasilan.
• Hubungan strategi (strategic relationships).
Perusahaan dapat mebentuk semua jenis hubungan-inestasi moda, kongsi, perjanjian jual-beli. Kredibilitas sebuah perusahaan dalam pasar sering tergantung pada hubungan-hubungan yang dibentuk. Misalnya, kredibilitas Microsoft dalam industri perangkat lunak elejit tajam ketika IBM memutuskan untuk menggunakan sistem operasi dari Microsoftuntuk personal computer-nya.
• FUD
Ini adalah singkatan dari Fear (Ketakutan) Uncertainty (Ketidak pastian) dan Doubt (Keraguan). Jika pelanggan memiliki ketakutan dan keraguan tentang sebuah produk, produk itu tidak akan terjual dengan baik, betapapun majunya produk tersebut secara teknologi.
• Rangkaian adaptasi (adaptation sequence)
Pasar beradaptasi dengan teknologi baru secara bertahap. Pertama segelintir pelanggan yang berorientasi pada masa depan (“Innovators”)akan mencoba sebuah teknologi baru. Kemudian menjadi mayoritas pelanggan.
• Persaingan (competition).
Tindakan-tindakan para pesaing dapat mewujudkan sebuah produk menjadi suatu keberhasilan-atau kegagalan. Sebuah produk mungkin tampak bagus saat peluncurannya, namun sebuah produk mungkin baru, dengan menggunkan teknologi baru; dapat membuat produk sebelumnya tampak usang dalam semalam.
• Kecenderungan sosial (social trends)
Pandangan-pandangan umum masyarakat dapat sangat mempengaruhi bagaimana sebuah produk bermain dalam pasar. Perhatian yang meningkat terhadap persoalan lingkungan, umpamanya memberikan dorongan kuat bagi produk-produk bertenaga surya.
FATOR-FAKTOR KUNCI DINAMIS
• Pemasaran harus berfokus pada penciptaan pasar (market creation), bukan pembagian pasar (market sharing)
Strategi pembagian-pasar (market sharing) dan menciptakan-pasar (market creating) membutuhkan cara berpikir yang sangat berbeda. strategi pembagian-pasar lazim terdapat dalam industri barang-barang konsumsi yang telah matang, seperti minuman ringan dan penyewaan mobil. penekanannya adalah pada iklan, promosi, penetapan harga dan distribusi.
strategi-strategi pembagian-pasar tradisional tidak berjalan dengan baik dalam pasar yang sedang muncul. Sebagian besar pasar baru sunguh kecil untuk dijadikan langkah awal. Jika perusahaan hanya berpikir tentang bisnis yang sedang muncul.
• Pemasaran harus merupakan proses membagunan, bukan proses promosi
IBM memperkanalkan PCjr dengan kampanye promosi bernilai jutaan dolar. ia menayangkan dan memasang iklan di televise dan begitu banyak majalah. Namun dengan semua promosi itu, PCjr tetap tidak terjual dengan baik. keyboard PCjr yang seperti mainan dan kurangnya kesesuaian perangkat lunak merupakan bagian dari masalahnya. Namun yang tak kalah pentingnya adalah fakta baha para dealer tidak bergairah dengan mesin itu. IBM telah begitu cemasnya tentang memenangkan pikiran pelanggan sehingga mereka tak pernah memenangkan pikiran pelanggan sehingga mereka tak pernah memenangkan hati infrastruktur industri.
pelajaran yang bias dipetik dari cerita itu? IKlan dan promosi hanyalah bagian kecil dari strategi pemasaran. Iklan dapat memperkuat posisi di pasar, tetapi tak dapat menciptakan posisi.
Karena itulah, perusahaan-perusahaan dalam bisnis berbasis teknologi harus menggunakan pendekatan yang digerakkan-oleh-pasar, bukan yang digerakkan-oleh-pemasaran.
• Peasaran harus bersifat kualitatif, bukan kuantitatif
Dalam banyak kasus, analisis kuantitatif menggunakan masa lalu untuk memprediksi masa depan. Namun kita hidup di era ketika masa depan nyaris tidak pernah serupa dengan masa lalu.
Pendekatan kualitatif juga pentig dalam penjualan. Banyak perusahaan berbasis-teknologi yang mencoba menjual produk mereka berdasarkan spesifikasi-spesifikasi kuantitatif. Mereka membual bahwa produk ereka memiliki waktu akses sekian banyak nanosecond atau kapasitas sekian banyak kilobyte.
LINGKUNGAN MENENTUKAN BISNIS PRODUK
pendekatan-pendekatan kuantitatif terhadap pemasaran sering mengabaikan lingkungan. Mereka memandang produk sebagai obyek terisolasi yang dapt dijelaskan dengan statistik dan spesifikasi. Untuk memasarkan suatu produk secara efektif.
LINGKUNGAN PERSONAL COMPUTER
perusahaan-perusahaan personal-computer lainnya menekankan spesifikasi-spesifikasi teknis dalam produk mereka dan membuat presentasi panjang lebar tentang perbedaan-perbedaan teknis antarmerek.
Empat landasan harus bertindak sebagaipedoman diseluruh bagian proses positioning. Sekali lagi, keempat landasan itu adalah:
1. Pemasaran harus bersifat dinamis, bukan statis.
2. Pemasaran harus berfokus pada penciptaan pasar (market creation), bukan pembagia pasar (market sharing).
3. Pemasaran harus merupakan proses mebangun, bukan proses promosi.
4. Pemasaran harus bersifat kualitatif, bukan kuantitatif.
POSITIONING PRODUK:EMPAT ATURAN EMAS
Langkah Pertama
ketika Monolithic Memories masih manjadi perusahaan yang sangat muda, Zeev Drori, dating pada saya untuk meminta bantuan pemasaran. menurutnya Monolithic harus mulai melancarkan sejumlah iklan perusahaan untuk membangun reputasi sebagai pemasok yang dapat diandalkan. ia menjelaskan: “Kami tidak ingin orang-orang berpikir bahwa kami hanya membuka pintu kami.” Saya menetapkan dan tertawa: “Tapi Anda baru saja membuka pintu Anda!”
Memahami lingkungan
Perusahaan tidak bisa hanya menyebarkan pesan tentang positioning kepada pasar. Mereka harus bekerja sama dengan lingkungan untuk membedakan dan memosisikan produk mereka. Mereka harus memahami apa yang dipikirkan orang-orang, apa prasangka-prasangka mereka, apa yang mereka sukai dan tidak sukai, apa yang ingin mereka dengar.
karena itu, trik untuk memosisikan produk adalah dengan memanfaatkan lingkungan pasar secara efektif. Perusahaan-perusahaan sebaiknya memanfaatkan lingkungan untuk membuat produk mereka tampak unik. Ahli pemasaran Theodore Levitt di Harvard Business School menekankan hal ini dalam artikelnya “Maketing Success Through the Differentiation of Anything”.
Berfokus pada Hal-hal yang Tidak Berwujud
Memang, luar biasa banyak strategi positioning yang berpusat pada harga dan “specsmanship”. (Yaitu, mempromosikan suatu produk menurut spesifikasi-spesifikasi teknis unggulnya atau : “specs”).
Tetapi pendekatan-pendekatan untuk positioning produk ini memiliki kelemahan-kelemahan serius. Perusahaan jauh lebih baik mati jika mereka membangun posisi berdasarkan apa yang saya sebut faktor-faktor “tak berwujud”, sifat-sifat seperti keandalan dan pelayanan.
Mengapa hal-hal yang tak berwujud ini begitu berpengaruh? Pertama, mari kita meninjau mengapa harga dan specsmanship begitu tidak efektif sebagai faktor-faktor positioning. Berkompetisi atas dasar harga melibatkan segala macam masalah. Produk-produk berharga-rendah sering dinilai sebagai produk-produk bernilai-rendah, terutam dalam pasar konsumen.
Menemukan Target yang tepat
Positioning produk juga didasarkan pada bagaimana produk ditargetkan. Perusahaan dapat membangun posisi produk yang kuat, dengan berfokus pada segmen-segmen pasar tertentu. Alat pengukur waktu tua bisbol biasa berkata: “Tembak yang tidak ditembak.” Perusahaan-perusahaan dapat menemukan segmen-segmen pasar yang telah diabaikan oleh perusahaan lain, kemudian “menembak” ke tempa yang terbuka.
Ada dua alas an utama mengapa perusahaan-perusahaan harus menargetkan usaha-usaha pemasaran mereka. Alasan pertamanya jelas. Perusahaan yang menargetkan produk-produknya biasanya mengalami persaingan yang lebih sedikit. Akibatnya, ia memiliki kesempatan yang lebih besar untuk membangun dirinya sebagai pemimpin dalam segmen pasar yang dipilih. Alasan kedua kurang jelas tapi tak kalah pentingnya. Bila sebuah perusahaan memfokuskan usaha-usahanya pada segmen tertentu, ia dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam memahami dan menemukan kebutuhan para pelanggannya.
Bereksperimen dan Berubah
Dalam industri-industri ini, hampir semua produk baru merupakan eksperimen. Beberapa produk mutakhir benar-benar sesuai dengan pasar eika pertama kali keluar. Malah, produk-produk itu dimodifiasi dan diubah segera setelah menenuhi pasar. Ada banyak memberi dan menerima.
Dalam beberapa hal, proses itu merupakan bayangan cermin dalam bisnis konsumn tradisional. Dalam bisnis tradisional, perusahaan-perusahaan menyelidiki orang-orang untuk mengetahui apa yang mereka inginkan, kemudian menciptakan sebuah produk untuk memenuhi kebutuhan itu.
POSITIONING PERUSAHAAN:HANYA ADA SATU HAL YANG BERARTI
Positioning perusahaan didasarkan pada banyak faktor, termasuk kekuatan manajemen, sejarah perusahaan dan bahkan kepribadian para eksekutif puncak. Seorang wirausahawan ternama dapat membantu memosisikan sebuah perusahaan pemula. Orang-orang seperti Bob Noyce-nya Intel dan Jerry Sanders-nya Advanced Micro Devices memberikan kepribadian unik kepada perusahaan-perusahaan mereka.
Namun faktor terpenting, jelas sekali, dalam posiioning financial, segalanya menjadi tak bermakna. Sebuah perusahaan tanpa laba tidak begitu lama mempertahankan posisinya.
Biaya penjualan lebih rendah.
Bila sebuah perusahaan memiliki positioning-positioning yang kuat, pasar akan lebih mudah menerima produk-produk baru perusahaan tersebut, hanya karena mereka membawa nama perusahan. Para salesman perusahaan tida harus bekerja keras.
Harga lebih tinggi
Perusahaan-perusahaan dengan positioning-perusahaan yang kua kadang-kadang dapat membebankan Micro Devices mampu menetapkan harganya di atas rata-rata industri karena perusahaan tersebut memiliki reputasi produksi bermtu-tinggi.
Penetrasi pasar lebih cepat
Media biasanya lebih memperhatikan perusahaan-perusahaan dengan positioning-perusahaan yang kuat
Loyalitas pelanggan
Para pelanggan merasa lebih aman melakukan bisnis dengan pemimpin yang diakui.
Daya tarik produk.
Tidak semua produk suatu perusahaan akan menggoncangkan dunia. Positioning-perusahaan yang kuat memungkinkan perusahaan untuk sukses dalam menjual produk-produk yang lebih lemah sebaik produk-produknya yang kuat.
Perekrutan lebih baik
Perusahaan-perusahaan terkemuka dapat merekrut talenta terbaik, karena orang-orang ingin bekerja di tempat adanya”action”.
Loyalitas pegawai
Karekter-perusahaan yang kuat mendorong para pegawai untuk berhubungan erat dengan keberhasilan perusahaan. Ini memberikan fokus dan arah melalui organisasi
Rasio harga terhadap pendapatan lebih tinggi
Para investor tertarik pada perusahaan-perusahaan dengan positioning-perusahaan yang kuat.
Tentu saja, semua keuntungan ini akan hilangjika laba perusahaan mulai menurun. Seperti telah disebutkan dimuka, profitabilitas adalah faktor terpenting dalam positioning-perusahaan. Begitu laba menurun, pasar mulai cemas. Segalanya menjadi dipertanyakan.

Popularity: 3% [?]

Incoming search terms:

  • proposal penelitian desain kaos
  • Strategi Jualan pulsa
  • cara pemasaran pulsa di sekolah
  • strategi perancanaan pemasaran pulsa elektrik
  • strategi market jual pulsa
  • strategi marketing jual pulsa
  • teknik-teknik pengembangan produk baru setelah marketing shock
  • proses pemasaran menurut webster
  • proposal mengenai pengaruh positif antara penjual pulsa dengan gerai ponsel
  • strategi market jualan pulsa

Kiat Meningkatkan Kreativitas

Posted by optimal-pulsa On April - 24 - 2011

Kreativitas merupakan hal yang sangat penting bagi segala aspek dalam kehidupan, baik kaitannya dengan keluarga, bisnis, pekerjaan dan komunitas sosial. Kita semua sebagai manusia dilahirkan dengan potensi kreativitas, dan hal inilah yang membedakan dengan makhluk Allah Ta’ala yang lain.
Segala sesuatu di dunia ini dibentuk dari sejumlah kecil unsur, misalnya suatu zat tersusun dari proton dan elektron, suatu bahan kimia terbentuk dari senyawa karbon dan hidrogen. Lebih jauh lagi, perhitungan matematika sesulit apapun pada dasarnya terdiri hanya sepuluh lambang angka, karya sastra yang hebatpun hanya tersusun dari 26 alfabet. Semuanya menjadi suatu ciptaan yang baru karena berkat kreativitas.
Dengan mengetahui kreativitas sebagai anugerah Sang Pencipta bagi kita semua dan memahami bagaimana proses kita berpikir, kita akan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam memecahkan masalah yang kita hadapi, mengambil keputusan maupun mengembangkan gagasan. Berikut merupakan sejumlah kiat-kiat untuk mengembangkan kreativitas kita;
1. Menjelajahi Pikiran dan Eksplorasi
Salah satu ciri orang yang kreatif adalah selalu terbuka dengan gagasan atau kemungkinan baru. Kreativitas berarti kita secara aktif mencari dan mengembangkan gagasan secara terus menerus. Seorang yang kreatif senantiasa berusaha mencari berbagai cara yang berbeda untuk mengerjakan sesuatu dengan keyakinan bahwa ada banyak kemungkinan, peluang, produk, jasa, teman, metode dan gagasan yang menunggu untuk ditemukan dan dicoba. Banyak penemuan dan kemajuan yang signifikan dalam berbagai hal terjadi karena seseorang yang senantiasa menjelajahi pikiran dan mengeksplorasi hal-hal yang belum pernah dipikirkan oleh orang lain sebelumnya.
2. Mengembangkan Pertanyaan
Bertanyalah tentang apa saja dan selalu bertanya merupakan keharusan bagi kita untuk tumbuh dan berkembang. Kehidupan yang kreatif adalah upaya mencari terus menerus. Jangan menganggap segala sesuatu sudah semestinya (take it for granted), senantiasa pertanyakan dan bertanyalah tentang apapun yang kita lihat, alami dan lakukan dalam kehidupan ini.
3. Mengembangkan Gagasan Sebanyak-banyaknya
Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan gagasan yang bagus adalah mengumpulkan gagasan sebanyak-banyaknya, sebagaimana perkataan pemenang nobel kimia, Linus Pauling; “The best way to get good ideas is to get a lot of ideas”. Jika kita hanya senantiasa membatasi dengan satu gagasan, satu jawaban, satu cara, dan satu kehidupan yang kita jalani, kita tidak akan pernah memperoleh hal-hal terbaik dalam aktifitas dan kehidupan kita. Latihlah pikiran kita, senantiasa kembangkan kreativitas dan imajinasi kita untuk selalu mencari banyak solusi dan alternatif. Kita harus ingat bahwa banyak sekali pilihan dan alternatif untuk problem yang sedang kita hadapi, boleh jadi alternatif yang lain merupakan solusi terbaik.
4. Berpikir Keluar dari Kebiasaan Lama (Out of The Box)
Menjadi kreatif sering kali berarti melanggar aturan atau pola-pola lama yang sudah ada, dan mengembangkan cara-cara baru dalam melakukan sesuatu (bukan dalam hal yang menyangkut ibadah tentunya). Jika kita tidak memperoleh hasil yang baik seperti yang kita inginkan dalam berbagai aktifitas kehidupan kita, cobalah untuk melakukan hal yang berbeda. Bagaimana mungkin kita mengharapkan hasil atau keadaan yang berbeda dengan apa yang kita miliki sekarang, jika kita tetap melakukan hal yang sama.
5. Gunakan Imajinasi
Imajinasi kita tidak dibatasi oleh batasan dunia nyata kita. Imajinasi yang kreatif akan membantu kita untuk mengeksplorasi pilihan-pilihan yang berbeda dan melihat banyak sekali skenario dan peluang.
6. Isilah Sumber Inspirasi Anda
Mengisi sumber inspirasi kita berarti mengembangkan diri kita untuk lebih waspada dan menyeimbangkan kehidupan kita. Busur panah yang terus menerus ditarik lama kelamaan akan patah. Peliharalah keseimbangan antara kerja dan relaks, kantor dan keluarga, antara dunia dan akhirat kita. Banyak sekali mereka yang berhasil dalam bidang kehidupan, menemukan jalan kesuksesan setelah menarik diri untuk melakukan perenungan dan introspeksi diri.
Semoga bermanfaat.

Popularity: 3% [?]

Incoming search terms:

  • mengembangkan gagasan kreatif
  • kreatifitas penjual pulsa
  • mengembangkan gagasan kreatif dan
  • hal-hal yang meningkatkan kreativitas
  • makalah mengembangkan kreativitas
  • cara mengembangkan gagasan kreatif
  • kreatifitas penjual
  • kreatif menjual pulsa
  • kiat-kiat kreatif
  • Mencari berbagai hal yg kreatif

10 Strategi Berwirausaha

Posted by optimal-pulsa On April - 24 - 2011

Ingin bisa berdikari dan memulai usaha sendiri? Harus diingat bahwa memulai usaha sendiri butuh kerja keras dan bisa jadi akan memerlukan waktu lama hingga akhirnya ada pemasukan. Perlu strategi yang jitu agar upaya wirausaha Anda tersebut berhasil, juga meminimalisir kegagalan. Berikut adalah strategi-strategi dari para pengusaha-pengusaha wirausaha yang berhasil.
1. Mencari pasar khusus yang belum tergarap
Identifikasikan sebuah pangsa pasar khusus (niche market) yang kebutuhan utamanya belum terpenuhi oleh kompetitor. Bangun sebuah spesialisasi yang Anda tahu merupakan keunggulan dari perusahaan Anda. Ingatlah, bahwa bahkan sebuah perusahaan besar dan bertaraf internasional pun tak bisa memuaskan semua orang. Banyak pasar khusus yang seringkali tak tergarap karena dianggap terlalu kecil.
2. Peka terhadap tren terbaru berani memulai
Carilah kebutuhan dan keinginan terbaru dari para konsumen yang tumbuh dari perubahan tren di segi kultural, ekonomi, teknologi yang menjadi sinyal kesempatan pasar baru. Bertindaklah dengan cepat, jangan menunda terlalu lama.
3. Lakukan!
Berhenti membuat alasan-alasan. Waktu paling “sempurna” untuk meluncurkan bisnis takkan pernah bisa diprediksi secara tepat dan pasti. Jangan biarkan para bakal calon kompetitor mencuri start dari bisnis yang sebenarnya bisa Anda mulai terlebih dulu. Mulailah bergerak. Ciptakan gol-gol pendek dan deadline yang membawa Anda lebih dekat untuk membuka lahan bisnis baru.
4. Hindari kata-kata yang mematahkan semangat
Abaikan orang-orang yang berkata “Itu tak akan berhasil” atau “Tak akan bisa berhasil kalau kamu melakukannya dengan cara itu“. Sesekali, menjauh dari anggapan yang menurunkan semangat dan aturan baku bisa membantu Anda untuk meraih kesuksesan. Perhatikan dan pelajari cara para pebisnis yang sukses di bidang mereka dengan pandangan yang kritis. Pelajari cara mereka bekerja dan program yang mereka lakukan. Ajukan pertanyaan-pertanyaan “bagaimana jika” di dalam pikiran Anda.
5. Eksplorasikan kelemahan kompetitor
Ambil pandangan kritis terhadap kompetisi Anda dari perspektif konsumen. Dengarkan baik-baik akan kebutuhan dan komplain dari konsumen prospektif saat melakukan telepon sales. Hal ini akan membantu mengidentifikasi kekurangan dan kelemahan kompetitor. Carilah cara untuk menutup kekurangan dari servis dan produk Anda sendiri, lalu perbaiki hal tersebut.
6. Isi kekosongan
Pusatkan pandangan Anda di area yang lupa ditutupi oleh kompetitor Anda. Pelajari bagaimana mengantisipasi area baru yang bisa Anda isi dengan servis atau bisa memposisikan bisnis Anda lebih cepat dari kompetitor Anda.
7. Tenar dengan dana minim
Pikirkan cara bagaimana agar lebih dikenal dengan dana seminim mungkin. Jangan terlalu menutup diri, jadilah kreatif, beranikan diri untuk makin dikenal banyak orang (tapi untuk alasan yang baik). Tukar ide dengan orang-orang terdekat Anda.
8. Percaya kemampuan diri
Bangun dan belajar untuk menggunakan kekuatan intuisi Anda. Dengarkan hati Anda. Akan ada saat-saat Anda harus memilih bermain aman atau justru bermain nekat untuk menghadapi tantangan bisnis. Orang-orang sekitar Anda juga memberi masukan yang beragam, sehingga yang bisa Anda percayai hanyalah diri dan hati Anda.
9. Jangan biarkan kesulitan atau kegagalan mengalahkan Anda
Jangan biarkan batasan yang diciptakan oleh orang lain atau keadaan yang menjepit membuat Anda lemah. Banyak wirausahawan yang menutup usaha mereka karena tidak percaya pada diri sendiri. Sebagai wirausahawan, Anda akan menghadapi masa-masa penuh stres yang akan menguji kepercayaan Anda. Ingatlah, bahwa alat untuk mengusir kegundahan itu adalah kegigihan dan daya lenting. Percayalah pada konsep bisnis Anda dan komitmen diri untuk melihat bisnis ini sukses.
10. Jangan berhenti berinovasi
Secara kontinu, carilah cara-cara baru untuk memperkenalkan produk-produk baru dan servis untuk konsumen langganan Anda dan pasar baru yang Anda temui. Berpuas diri adalah hal yang bisa membahayakan perusahaan Anda. Sesuaikan bisnis Anda dengan tren pasar.

Popularity: 3% [?]

Incoming search terms:

  • berwirausaha pulsa
  • strategi distributor pulsa
  • strategi wirausaha pulsa
  • strategi usaha pulsa
  • cara berwirausah dengan pulsa
  • CARA BERWIRA USAHA PONSEL
  • trategi usaha pulsa
  • 10 cara berwirausaha pulsa
  • strategi masterdealer pulsa
  • strategi memulai usaha pulsa